
Pasar properti Malaysia menunjukkan dinamika yang kompleks pada paruh pertama 2025, dengan penurunan volume transaksi yang terjadi bersamaan dengan kenaikan nilai transaksi secara keseluruhan. Laporan Pusat Maklumat Harta Negara mencatat 196.232 transaksi dengan nilai mencapai RM107,68 miliar, mencerminkan perubahan struktur permintaan di tengah tantangan ekonomi global. Fenomena ini mengindikasikan pergeseran preferensi konsumen menuju properti bernilai lebih tinggi meski dalam iklim pasar yang hati-hati.
Sektor perumahan tetap menjadi penyumbang terbesar dengan 120.307 transaksi senilai RM49,37 miliar, diikuti segmen komersial yang mencatat 21.260 transaksi. Data menunjukkan penurunan signifikan peluncuran unit residensial baru sebanyak 46% menjadi 23.380 unit, dengan tingkat penjualan yang tetap moderat di angka 24%. Pengembang tampak lebih berhati-hati dalam meluncurkan proyek baru menyusul meningkatnya persediaan rumah siap huni yang belum terjual sebanyak 16,3% menjadi 26.911 unit.
Meski menghadapi tantangan overhang perumahan, pasar apartmen servis justru menunjukkan perbaikan dengan penurunan unit tak terjual sebesar 8,6%. Indeks harga rumah Malaysia tetap tumbuh 0,7% dengan harga rata-rata per unit mencapai RM490.376, mengindikasikan ketahanan nilai properti meski dalam kondisi permintaan yang melambat. Data ini menggambarkan kemampuan pasar properti dalam mempertahankan stabilitas harga di tengah tekanan ekonomi.
Menteri Keuangan II Datuk Seri Amir Hamzah Azizan menyatakan optimisme terhadap prospek pemulihan sektor properti nasional, menekankan peran dukungan pemerintah melalui berbagai komitmen dan insentif. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengakselerasi performa pasar properti sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kombinasi antara respons kebijakan dan ketahanan pasar diharapkan dapat membawa momentum positif bagi sektor properti dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.